
SBY ternyata perokok berat
27 Februari 2009
SBY (Si Butet Jogja, ternyata seorang perokok)
Presiden Republik Mimpi ini selalu mengisap rokok dalam setiap keseharianya. Meski dirinya sadar dan mengerti merokok itu sesuatu yang bisa mengganggu kesehatan, akan tetapi ia juga mengaku kebiasaan itu sulit dihilangkan.
seperti diketahui, Nikotin yang terdapat dalam tembakau selalu saja menjadi salah satu penyebab atau faktor resiko timbulnya kanker, bukan hanya kanker paru, tapi juga kanker di organ lain, termasuk leher rahim dan payudara. Kenapa begitu?
Nikotin dalam tubuh akan menurunkan daya tahan tubuh. Sedangkan kanker akan tumbuh dan berkembang dengan baik, bila daya tahan tubuh kita lemah. Jadi masuk akal, bila pada kanker apa saja, selalu ada rokok yang berperan sebagai biang kerok.
Kejadian kanker paru sudah sejak lama diketahui sangat erat kaitannya dengan merokok. Namun meski larangan merokok di tempat umum dan peringatan bahaya rokok yang selalu menyertai iklan produk rokok, tapi masih saja para perokok tidak bergeming.
Kasus terakhir, seorang laki-laki usia 47 tahun yang baru hanya 4 bulan ini merasakan sering batuk disertai rasa nyeri didada. Berat badan turun drastis, 11 kg.
Penderita sesak nafas luar biasa dengan postur tubuh yang kurus-ceking. Pasien meninggal berbarengan dengan hasil pemeriksaan patologi anatomik (PA) keluar, sehari setelah sampel cairan bilasan bronkhus diterima. Dirawat di ICU belum genap 2 hari, belum sempat diberikan khemoterapi.
Apa yang turut memperberat keadaan pasien ini adalah saat diketahui kebiasaannya menghabiskan 4 (empat) bungkus rokok setiap hari.
Sayang, bukan? Daripada uang habis dibakar untuk rokok, mungkin lebih baik dibelikan makanan bergizi: susu, daging, buah atau sayur-sayuran yang sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Seorang manusia yang terlahir dari sebuah keluarga kurang mampu yang jauh dari kehidupan kota, yang kemudian mencoba bertahan hidup diantar hantaman rintangan dan cobaan.
Contact email : propokator@gmail.com
email : propokator@gmail.com